Posts Subscribe to This BlogComments

Follow Us

New Articles

1 2 3 4 5

Sabtu, 27 November 2010

Korut Kembali Serang Korsel


Militer Korea Selatan (Korsel) mengklaim mendengar kembali dua ledakan di Pulau Yeonpyeong hari ini. Mereka mencurigai jika ledakan itu berasal dari artileri yang dilesakan Korea Utara (Korut).
Sebelumnya Pulau Yeonpyeong diserang Korut pada hari Selasa 24 November
yang menyebabkan empat orang tewas dan melukai 18 lainnya.
Saat ini militer Korsel terus menyelidiki arah dari ledakan tersebut. 

"Kami masih menyelidiki asal suara ledakan itu. Diperkirakan suara itu berasal dari perbatasan Laut Kuning yang memang disengketakan," ungkap seorang juru bicara militer Korea Selatan seperti dikutip Kantor Berita Yonhap, Jumat (26/11).
Sebelumnya pihak militer Korsel menyebutkan suara ledakan yang disertai tembakan itu bukan berasal dari Pulau Yeonpyong, melainkan berasal dari wilayah Korut. 

Sementara Juru Bicara Kepresidenan Korea Selatan (Korsel) mengatakan pihaknya akan menetapkan standar keamanan baru dalam merespon situasi darurat. Stratagi ini terkait ancaman pihak Korea Utara (Korut). Standar respon yang akan ditetapkan berbeda, tergantung dari serangan yang dilakukan. Bisa hanya mengincar target militer atau juga target sipil.
Seperti dirilis BBC, Jumat (26/11), kabinet menyimpulkan standar keamanan sebelumnya terlalu menekankan pada upaya pencegahan eskalasi suatu insiden militer ke kondisi yang lebih buruk.
Sebagai bentuk respon terhadap insiden yang terjadi, Korsel telah menambah jumlah tentara di Pulau Yeonpyeong. Otoritas keamanan Korsel juga telah merubah prosedur keamanan untuk merespon lebih keras serangan Korut, jika insiden serupa terjadi. 

Dalam kerangka perubahan, Korsel juga telah menunjuk Menteri Pertahanan baru menyusul  pengunduran diri Kim Tae-young. Dia mundur setelah pemerintah Korsel dianggap kurang tegas dalam menyikapi serangan brutal yang dilakukan Korut ke Pulau Yeonpyeong.
Serangan Korut tersebut telah menyulut reaksi dari Amerika Serikat (AS) dan Korsel. Keduanya sepakat akan menggelar latihan militer bersama.

"(Perubahan) ini adalah untuk meningkatkan atmosfer di kalangan militer. Kemudian menangani rangkaian peristiwa yang tengah terjadi dengan lebih baik," sebut pihak kepresidenan.



 source : tribun timur





Related Post



0 komentar:

Posting Komentar

Followers